
Gas medis adalah salah satu komponen vital dalam fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit dan klinik. Sistem gas medis yang dipasang dengan benar dapat menjamin keselamatan pasien dan efisiensi operasional tenaga medis. Namun, pemasangan yang salah dapat menimbulkan risiko besar, termasuk kebocoran gas, kontaminasi, dan bahkan kegagalan sistem yang berakibat fatal. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa kesalahan umum dalam pemasangan gas medis dan cara menghindarinya.
1. Kesalahan dalam Pemilihan Peralatan
Banyak kesalahan terjadi akibat pemilihan peralatan yang tidak sesuai standar atau spesifikasi yang dibutuhkan. Kesalahan ini dapat meliputi:
- Menggunakan pipa yang tidak sesuai dengan jenis gas yang akan dialirkan.
- Pemilihan katup pengaman yang tidak sesuai kapasitas tekanan.
- Menggunakan material yang mudah terkorosi.
Cara Menghindarinya:
- Pastikan seluruh peralatan yang digunakan telah sesuai dengan standar internasional seperti NFPA 99 atau ISO 7396.
- Gunakan bahan pipa yang tahan terhadap jenis gas yang dialirkan, seperti tembaga untuk oksigen.
- Konsultasikan dengan tenaga ahli dalam pemilihan peralatan agar sesuai dengan kebutuhan rumah sakit.
2. Pemasangan yang Tidak Sesuai Prosedur
Kesalahan teknis dalam pemasangan, seperti sambungan yang tidak rapat atau pemasangan pipa yang terlalu dekat dengan sumber panas, dapat meningkatkan risiko kebocoran dan kebakaran.
Cara Menghindarinya:
- Ikuti pedoman pemasangan yang ditetapkan oleh produsen dan standar yang berlaku.
- Lakukan uji kebocoran setelah pemasangan untuk memastikan sistem berfungsi dengan baik.
- Pastikan jalur pipa tidak melewati area yang berisiko tinggi terhadap panas atau tekanan mekanis.
3. Kesalahan dalam Labeling dan Identifikasi Jalur Gas
Banyak insiden terjadi karena kurangnya tanda pengenal pada jalur pipa gas medis. Hal ini dapat menyebabkan kesalahan dalam koneksi antara peralatan medis dan jalur gas yang salah.
Cara Menghindarinya:
- Berikan label yang jelas pada setiap jalur gas sesuai dengan jenisnya, seperti oksigen (O2), nitrous oxide (N2O), atau udara medis.
- Gunakan kode warna yang sesuai dengan standar internasional untuk menghindari kesalahan identifikasi.
- Pastikan semua tenaga medis mendapatkan pelatihan terkait sistem gas medis yang digunakan di fasilitas mereka.
4. Kurangnya Ventilasi di Ruang Penyimpanan
Beberapa jenis gas medis bersifat mudah terbakar atau dapat meningkatkan risiko asfiksia jika terjadi kebocoran di ruangan tertutup tanpa ventilasi yang baik.
Cara Menghindarinya:
- Pastikan ruang penyimpanan gas memiliki sistem ventilasi yang memadai untuk menghindari akumulasi gas berbahaya.
- Gunakan detektor gas untuk memantau kemungkinan kebocoran.
- Simpan silinder gas dengan posisi tegak dan jauh dari sumber panas atau api.
5. Kurangnya Pemeliharaan dan Inspeksi Berkala
Pemasangan gas medis yang baik tetap memerlukan pemeliharaan rutin agar tetap berfungsi optimal. Sayangnya, banyak fasilitas kesehatan yang mengabaikan inspeksi berkala.
Cara Menghindarinya:
- Buat jadwal inspeksi rutin untuk mengecek kondisi pipa, katup, dan regulator gas.
- Lakukan penggantian komponen yang sudah aus atau tidak lagi berfungsi dengan baik.
- Pastikan semua teknisi yang bertanggung jawab atas pemeliharaan mendapatkan pelatihan yang cukup.
6. Kesalahan dalam Prosedur Keadaan Darurat
Banyak rumah sakit tidak memiliki prosedur yang jelas dalam menangani kebocoran gas atau kegagalan sistem. Ini dapat menyebabkan keterlambatan dalam penanganan dan meningkatkan risiko bagi pasien serta tenaga medis.
Cara Menghindarinya:
- Susun prosedur tanggap darurat untuk setiap jenis insiden terkait gas medis.
- Latih tenaga medis dan teknisi secara berkala dalam menangani kebocoran atau kegagalan sistem.
- Pastikan tersedia alat pemadam kebakaran dan sistem alarm gas di area penyimpanan serta distribusi gas.
Kesimpulan
Kesalahan dalam pemasangan gas medis dapat berakibat fatal bagi pasien dan tenaga medis. Oleh karena itu, penting untuk selalu mengikuti standar yang berlaku, melakukan inspeksi rutin, dan memberikan pelatihan kepada seluruh pihak terkait. Dengan demikian, sistem gas medis dapat beroperasi dengan aman dan efisien.
PT. MULTI ATMAJAYA PERSADA
Jl. Kutisari Besar No.2f, Siwalankerto, Kec. Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur 60236
WA : 0821 4097 5129 | Email : info.multiatmajayapersada@gmail.com
Web : www.multiatmajayapersada.com